Selasa, 30 Oktober 2012

STRUKTUR KAYU


STRUKTUR KAYU

Pendahuluan

Indonesia merupakan suatu negara yang kaya dengan kayu, baik jenis maupun kuantitasnya. Pulau – pulau besar .seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, saat ini masih mempunyai hutan yang sangat luas yang banyak menghasilkan kayu. Namun sayangnya, penelitian tentang kayu ini masih sangat kurang. Oleh karenanya pemakaian kayu dalam konstruksi terlalu berlebihan, sedang penggunaan alat penyambungpun masih memakai alat penyambung yang sudah kuno. Padahal penyambungan dengan alat sambung moderen akan dapat menghemat pemakaian kayu.
Sehubungan dengan hal di atas, maka dalam buku ini akan dibicarakan beberapa hal tentang kayu, sperti : Jenis dan pertumbuhan kayu, sifat-sifat kayu, tegangan dan daya dukung kayu, kelas dan mutu kayu, sambungan dan alat sambung kayu, dan contoh perhitungan gelagar untuk jembatan kayu sederhana.
A. Pohon
Sebatang pohon terdiri dari batang, dahan (cabang), ranting, dan daun. Bila sebatang pohon dipotong secara melintang pada bagian batangnya, akan terlihat bagian-bagiannya sebagai berikut.
Lihat Gambar Penampang Kayu
  1. Kulit luar, yaitu bagian sebelah luar dari batang pohon yang merupakan lapisan yang sudah mati, lapisan ini berfungsi melindungi bagian-bagian sebelah dalamnya.
  2. Kulit dalam, merupakan bagian sebelah dalam dari kulit luar yang masih hidup, bagian ini merupakan bagian yang sangat tipis yang dinamakan “lapisan kambiun”.
  3. Lapisan kambiun, Lapisan ini berfungsi mengangkut dan menyalurkan makanan yang diproses pada daun ke bagian-bagian lain dari sebatang pohon. Proses pertumbuhan sebatang pohon terjadi pada lapisan kambiun ini, sel-sel mmecah, bertumbuh dan memecah lagi untuk membentuk sel-sel kulit baru atau zat kayu yang baru.
  4. Kayu muda (Kayu lunak), terdapat pada bagian sebelah dalam dari lapisan kambiun. Kayu muda (kayu lunak) berwarna keputih-putihan yang disebut dengan “ kayu gubal” (sap wood). Lapisan ini merupakan bagian yang hidup pada kayu, zat makanan yang diserap oleh akar pohon diteruskan ke daun untuk diolah melalui bagian kayu lunak tersebut, kemudian didistribusikan kembali kebagian lainya juga melalui lapisan ini. Selain berfungsi sebagai pembawa dan pendistribusian juga berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Ketebalan lapisan kayu muda atau kayu gubal ini berbeda-beda pada setiap pohon (tergantung pada jenis pohonnya).
  5. Kayu inti (kayu teras), bagian sebelah dalam dari kayu muda terdapat lapisan yang lebih tebal dan lebih keras yang disebut “kayu teras”  atau kayu inti, yaitu bagian yang berperan hanya sebagai inti kayu yang kuat dan kokoh. Lapisan kayu teras atau kayu inti berwarna  agak lebih tua dari kayu gubal. Karena pada lapisan ini tidak terdapat bahan makanan di dalamnya , maka lapisan ini lebih awet dibanding dengan kayu gubal. Oleh karenanya bagian kayu teras atau kayu inti ini merupakan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan konstruksi.
  6. Hati kayu, merupakan bagian yang terdalam dari batang pohon, bagian ini merupakan bagian yang berguna untuk menentukan jenis pohon.
B. Jenis pohon
Secara umum pohon (kayu) dapat digolongkan atas dua jenis, yaitu pohon berpori dan pohon tidatk berpori. Pohon berpori mempunyai kayu lunak dan pohon
tidak berpori mempunyai kayu keras Ada beberapa macam sel yang terdapat pada kayu, baik kayu lunak maupun kayu keras. Akan tetapii ada jenis sel yang terdapat pada kayu lunak tapi tidak terdapat pada kayu keras dan sebaliknya.
  1. Kayu lunak
Pada kayu lunak terdapat beberapa macam sel yang berfungsi mengangkut makanan ke arah tertentu dari pohon, jenis sel yang terdapat pada kayu lunak tersebut adalah:
a. Tracheids, bagian ini terdapat pada kayu lunak yang berfungsi untuk membawa bahan makanan ke arah memanjang // arah sumbu batang atau dahan dan ranting. Sel ini berukuran panjang ±  2 sampai 7 mm dengan ¯  kira-kira 1/100 panjangnya.
b. Parenchima, adalah suatu sinar sumsum yang dibentuk oleh sel-sel untuk membawa makanan ke arah radial. Sel-sel/sinar yang dibentuk oleh sel-sel tersebut juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan.
c. Papa damar, bagian ini terbentuk setelah bertambahnya gelang tahun yang menyebabkan terjadinya lubang-lubang memanjang (ruangan interseluler). Mula-mula ruangan ini berisi udara saja, tetapi dalam waktu yang lama sesuai petumbuhan kayu, ruangan tersebut berisi semacam zat resin yang dinamakan “Damar”.
  1. Kayu keras
Sebagaimana pada kayu lunak, pada kayu keras juga terdapat beberapa macam sel sebagai berikut:
a. Serat (Fiber), merupakan bagian yang terbanyak terdapat pada kayu keras, sama halnya dengan “tracheids” pada kayu lunak. Serat tersebut berukuran panjang ± 0,6 sampai 3 mm. Dengan dinding   lebih tipis.
b. Parenchima, seperti pada kayu lunak sel ini membentuk jari-jari teras yang arahnya juga ada // arah serat. Jumlah jari-jari ini lebih banyak dibanding dengan yang terdapat pada kayu lunak.
c. Pori/pipa, pada kayu lunak tidak terdapat pipa tetapi terdapat pori-pori (pipa damar) atau dikatakan non porous. Sedang pada kayu keras tidak terdapat pipa-pipa damar, tetapi terdapat pori / pipa atau dikatakan porous. Hal ini merupakan perbedaan antara kayu lunak dan kayu keras.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;